Politik dan Pengusaha




Seorang yang saya kenal pernah berkata kayak gini :
" Mau jadi pengusaha ? Harus tega makan kawan bung.. Mau jadi politikus? Harus siap bunuh kawan bung..?
Sebuah pendapat yang bagi saya terlalu berat untuk saya resapi. Walaupun pada kenyataannya bisa terjadi seperti itu. Bahkan lebih dari itu, kadang harus tega sama keluarga sendiri, atau lebih parah, tega pada diri sendiri.

Saya yakin setiap orang yang mengawali terjun dunia politik mempunyai ideologi masing masing yang ingin di terapkan. Dan setiap orang yang menjadi pengusaha, adalah keinginan wajar dari setiap orang. Setiap orang ingin usaha yang dilakukan nya menjadi mapan dan besar untuk kehidupan dirinya sendiri dan orang orang di sekitarnya.

Untuk kata kata temen saya ada benarnya sedikit, kebanyakan pengusaha yang biasa kita lihat di televisi dan media massa, mungkin harus melewati fase dari kata kata temen saya tersebut. Saya sendiri yang bukan seorang pengusaha, dan hanyalah ikut beberapa orang pengusaha kecil dalam proses bertahan hidup saya, sudah banyak melihat hal hal yang harus dilakukan seorang pengusaha kecil. Bagaimana proses nya dari setiap proposal dan pengajuan yang ingin dikerjakan seorang pengusaha. Ada warna politik dari setiap usaha itu. Lobby sana sini, merujuk sana sini, dan pasti suap sana sini.

 Dan sampai ke intinya, saat tulisan ini saya susun, media massa sedang hiruk pikuk dengan dunia politik pilihan presiden. Dan yang terlihat adalah para pengusaha yang masuk dalam jajaran politik negara ini. Saya kutip dari Kaskus, tentang alasan beberapa pengusaha terjun dunia politik.

- Mengabdi Untuk Rakyat
- Status Sosial
- Memudahkan Lobby Proyek
- Memperkaya Diri


- Mengabdi Untuk Rakyat

Tentu saja banyak pengusaha yang menjadi politikus untuk mengabdi kepada rakyat, apalagi yang berangkat dari daerah. Tentu mereka ingin daerah mereka lebih berkembang, mendapat prioritas dari pemerintah. Sehingga masyarakat di daerah mereka merasakan kehidupan lebih baik, karena pembangunan dari pemerintah jalan terus. Setelah merasa cukup dalam mengembangkan usaha mereka, banyak yang peduli dengan perkembangan orang orang di sekitar mereka. Dan, menjadi politikus adalah jalan yang lapang untuk bisa membuat daerah mereka jadi daerah yang di prioritaskan untuk pembangunan.

- Status Sosial

Ada banyak pengusaha besar yang tak terlihat sama sekali oleh masyarakat. Mungkin karena kesibukan, atau zona usahanya sama sekali tidak berkaitan dengan masyarakat langsung. Kebanyakan dari kita tidak tahu lho, siapa pemilik pabrik baju yang kita pakai. rokok yang kita hisap, atau bahan makanan yang tersaji di rumah kita. Kita cuma tahu merknya aja, ada pabriknya, tapi kita gak tahu siapa sech yang punya.
Dan beberapa orang kaya ini ingin menjadi orang terpandang, ingin derajat mereka menjadi lebih di atas masyarakat. Dan menjadi politikus adalah sebuah jalan untuk itu. Jika menjadi politikus besar, kini orang yang menghormatinya, tak hanya ratusan atau ribuan karyawan nya ( anak buah ) tapi lebih itu, jutaan orang akan menghormati dan mengikutinya karena dianggap bisa menyalurkan aspirasi orang banyak ke pemerintahan
.


- Memudahkan Lobby Proyek

Untuk alasan ini, adalah alasan yang sangat masuk logika. Karena perusahaan besar pasti selalu berurusan dengan pemerintah. Entah dari sisi izin, pajak, dan lain lain. Sudah pernah terlihat beberapa waktu lalu. Seorang konglomerat besar negara ini masuk dunia politik dan menjadi ketua partai besar agar setiap usaha besar yang bermasalah menjadi lancar dalam penyelesaian nya.


- Memperkaya Diri

Para pengusaha besar terbiasa berpikir tentang investasi. Dan kebanyakan pengusaha begitu. Selalu tentang modal, dan bagaimana modal itu menjadi berlipat ganda karena usahanya. Kita sama sama tahu dunia politik bukan gratis, bukan sembarang orang bisa masuk ke dunia ini. Banyak yang dari kharismanya, nama terpandang entah didapat sendiri, atau warisan, atau memang pendidikan yang dilaluinya memang ke arah tersebut. Nah yang ingin jalan pintas? Tentu saja pengusaha mudah untuk mengambil jalan pintas tersebut. Dengan modal yang mereka miliki, mereka bisa masuk dunia politik dengan nominal tertentu. Besar tentu saja, tapi jika berpikir ini adalah investasi, banyak pengusaha yang takut untuk melakukan nya. Dan jika berhasil, bukan hal yang luar biasa jika usaha mereka menjadi lebih besar, setelah mereka jadi politikus.



Terlepas dari setiap alasan itu, untuk sekarang ini banyak hal yang merubah sudut pandang dunia politik negara ini. Sekarang ini para pengusaha disuruh untuk melepaskan setiap kegiatan usahanya saat menjadi politikus. Orang orang yang terpilih dalam pemerintahan tidak diperkenankan lagi menjadi pemimpin perusahaan mereka atau aktif dalam setiap langkah perusahaan mereka.
Share on Google Plus

About Elang Raja

Menulis, menyusun, menyimpan dan mengingat beberapa gal yang sudah dan ingin ditelusuri dalam keseharian yang biasa biasa saja ini.

0 komentar:

Posting Komentar